Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting bagi perkembangan siswa di sekolah. Dalam kegiatan ini, siswa dapat mengembangkan potensi dan bakatnya di luar jam pelajaran biasa. Menurut Dr. Ani Wulandari, seorang pakar pendidikan, kegiatan ekstrakurikuler dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan kerjasama.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dapat meningkatkan prestasi akademik. “Siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler cenderung memiliki nilai yang lebih baik daripada siswa yang tidak aktif,” ujar Bapak Agus Setiawan, seorang guru di salah satu sekolah di Jakarta.
Kegiatan ekstrakurikuler juga dapat membantu siswa untuk mengenal minat dan bakatnya sejak dini. Menurut Prof. Dr. Bambang Surya, seorang psikolog pendidikan, kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ajang bagi siswa untuk mengeksplorasi berbagai minat dan bakat yang dimiliki. “Dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, siswa dapat menemukan potensi terpendam yang mungkin tidak terlihat dalam kelas,” ujarnya.
Namun, tidak semua siswa memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, hanya 30% siswa di Indonesia yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan fasilitas dan kurangnya dukungan dari pihak sekolah.
Sebagai orangtua dan pendidik, kita perlu memberikan dukungan dan dorongan kepada siswa untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian, mereka dapat mengembangkan potensi dan bakatnya secara maksimal. Sebagaimana dikatakan oleh Nelson Mandela, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat kita gunakan untuk mengubah dunia.” Dan kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu wujud dari pendidikan yang holistik dan menyeluruh.